sakit

sabtu minggu lalu saya sakit. entah dari mana datangnya rasa mual itu, hingga sarapan melon pun terbuang percuma.

setelah mual mereda, badan terasa lemas. mulut pahit, kepala berat.

saya pun merelakan sederet rencana di hari sabtu. dari mulai nengokin bengkel sampai makan sushi di malam minggu. sabtu habis meringkuk di kasur.

lemas tak kunjung reda hingga minggu tiba. mual sudah tak ada, tapi ia berganti diare. ah. rasanya kesal sekali. minggu pun saya gadai di kasur. 2 hari tak keluar gerbang. susah makan, badan gerah tapi dingin. dingin tapi keringetan. aneh.

saat sakit begini saya selalu teringat bapak. bapak selalu sukses membuat saya merasa nyaman saat saya sakit.

saya ingat. asma saya kumat saat saya masih tinggal di jogja. ibu panik menyuruh saya pulang ke cilacap. tak saya dengar suara bapak di telpon. tapi saya tahu bapak ada di belakang ibu. saya tahu, bapak tak kalah cemas.

hal ini terbukti saat kereta saya sampai, saya sudah melihat bapak duduk di sana, memastikan saya baik-baik saja.

dari stasiun kami langsung menuju dokter langganan. selama saya diperiksa, bapak berdiri di sisi kepala. tangannya mengusap rambut, mulutnya komat-kamit tanpa suara. saat saya sakit, bapak lebih sering meniup kepala saya. mungkin ia ingin menghanyutkan doa-doa lewat syaraf-syaraf di kepala. berharap doa-doanya akan mengalir di pembuluh darah, menakut-nakuti virus atau apapun yang bikin anaknya sakit. syukurnya…doa bapak cukup sakti. jika sudah ‘ditiup bapak’ saya merasa sembuh.

setelah bapak pergi (dan lalu ibuk pergi), saat sakit nasib saya seperti remahan krupuk yang tak lagi renyah. duh. sedih.

ini udah hari senin. badan saya masih awang-awangen kalo orang jawa bilang. tapi saya tetep ngantor si, soalnya kans buat dapet makanan bergizi lebih tinggi di kantor daripada saya tetep di kasur.

tapi, sayangnya…saat saya masih awang-awangen gini..saya dapat kabar kalok si agan, partner berantem saya sakit. duh. agan gitu lho. sampai sakit pasang oksigen segala.

saya? lebih merasa bingung ketimbang sedih. karena saya tahu agan itu lebih sehat dan kuat dibanding saya. jadi kalopun sekarang dia sakit, saya duga itu hanya karena capek.

saya tak bisa meniup ubun-ubun seperti yang biasa bapak lakukan ketika sakit. tapi saya bisa berkirim doa. Tuhan Maha Mendengar kan ya…termasuk doa saya yang biasa banget ini…‘semoga kamu lekas pulih..makan yang banyak (dan sehat), back to normal..biar kita bisa berantem lagi…buruan sembuhhhh kamuuuuu :* ‘…

 

 

hari ini patah hati

saya patah hati karena (akhirnya) koh ahok dibui.

koh ahok yang bekerja dengan sangat keras untuk kami rakyat jakarta. dia yang dengan lantang ngomong ‘tai kucing’ pada sejawatnya yang makan uang rakyat. yang menggusur rumah di bantaran, yang menutup diskotik legendaris tempat yang tak ber-Tuhan untuk sebagian orang. dia, china yang nasrani tapi berhasil membangun masjid dan memberangkatkan marbot. saya patah hati.

saya baper. maksimal.

saya tahu tidak mudah menjadi minoritas di negeri ini. yang katanya semua warga, tak terkecuali sama kedudukannya di hadapan hukum. yang setiap warganya punya hak yang sama untuk berTuhan, menjalankan apa yang ia percaya tanpa rasa takut. tapi nyatanya? negara membiarkan ketakutan ditebar, negara membiarkan ‘polisi’ abal-abal menjadi brutal, menjadi hukum tak terbantahkan karena berlindung di balik nama Tuhan. saya patah hati.

saya patah hati. ketika banyak yang acuh dan merasa ini bukan problemnya. lalu, jika negara makin carut marut, lalu hukum semakin amburadul, masih bisakah kita bilang ‘ini bukan masalah saya?!’ jika ngurus ktp dipersulit seperti 5 tahun lalu…sekolah jadi barang tak terbeli…lalu santer kalimat ‘orang miskin dilarang sakit’…masih bisakah kita bilang ‘ini bukan masalah saya?!’

saya patah hati. karena ia yang berani menangkap maling, yang berani pasang badan untuk rakyat…akhirnya dibui. saya patah hati karena banyak orang hilang akal dengan alasan ‘membela Tuhan’. ah!

hari ini saya patah hati.

 

long day today

jam 3.01

saya masih di kemang. berhadapan dengan 4 deadline sekaligus. 4 deadline yang nyaris sama tp beda. beda target, beda gaya, satu yang sama: bikin saya pusing kepala

jam 3.02

beberapa hari terakhir, saya benar-benar dilanda bosan. saya pengen punya waktu lebih untuk diri sendiri. sekarang, mana mungkin saya hidup jauh dari hp…client-client setia menghubungi, bertanya dan menagih janji deadline yang harus saya penuhi. lagi-lagi deadline. deadline lagi lagi!

long wiken kemarin saya menghabiskan waktu bersama agan.

saya memasak sebentar, lalu kami makan dan sesuai rencana…saya…bekerja! *hih

saya menyelesaikan sebuah proposal, saat agan sibuk mencuci baju. dari spot tempat saya bekerja, saya memperhatikan agan. ia asik memasukkan detergent, memasukkan baju-baju kotor. lalu memencet tombol mesin cuci. menunggu saat proses mencuci berjalan, lalu mengeluarkan baju-baju saat proses usai. proses mencuci, agan ulangi berkali-kali. agan memang baru pulang dari site, baju kotor pasti menumpuk

sembari menyelesaikan proposal, saya mengingat…kapan terakhir saya mencuci baju *bigGrin

‘aku kangen nyuci baju deh, keknya terakhir nyuci…sekitar 8 th lalu’, saya membuat pengakuan, dalam obrolan lewat ponsel di kemang-thamrin.

iya. saya yang dasarnya pemalas, memang jauh dari pekerjaan rumah tangga (kecuali memasak). badan saya terlalu letih untuk nyuci, nyetrika dan sebangsanya. dan…perlu diakui bahwa saya kangen.

saya kangen berbasah-basah kena busa sabun cuci, menjemur, melipat pakaian lalu menyetrika. saya juga kangen menyiram tanaman. yaampun…saya menyimpan jiwa mbok inem, ternyata! :))

jadi, jika nasib membawa saya pensiun dini, saya pengen menceburkan diri pada aktivitas cuci-cuci. merendam pakaian, kucek dikit, bilas dan merendam dengan pewangi. saya perhatikan, agan menikmati proses ini. di sela-sela waktu menunggu mesin berhenti berputar, dia bahkan bisa pulas di pojokan!

saya rindu hidup wajar. bangun pagi, kerja sewajarnya, tidur siang, membaca, doing things that i love, ga terburu-buru melakukan ini itu.

3.17

masih ada 2 deadline yang terpampang nyata. entah akan selesai jam berapa. how i miss my messy room…

 

 

enjoy the ride, dear

itu kalimat yang saya ketik, ketika saya tidak tahu lagi musti bilang apa pada salah satu sahabat saya.

hidupnya sedang sangat menantang.

untuk seorang yang sangat menjaga kualitas kesehatan, divonis sakit dan musti menjalani treatment yang berat, pasti tidak mudah. galau sudah pasti. stress mudah menghampiri.

tapi, sekali lagi…hidup memang hanya untuk para pemberani. untuk mereka yang punya nyali.

saya tahu pasti, sahabat saya tak punya alasan untuk takut. selain keberanian, dia hanya butuh sedikit kecerdasan dan kecepatan bertindak. itu sudah cukup.

sisanya, cukup tersenyum karena Sang Maha Pemilik yang akan menyelesaikan semua.

“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS  Al-Insyirah: 5-6).

keep the fight, keep the faith.

 

tiga tujuh!

life is amazing. and then it’s awful . and then it’s amazing again. and in between the amazing and the awful, its ordinary and mundane and routine. breathe in the amazing, hold on through the awful, and relax and exhale during the ordinary. that’s just living heartbreaking, soul-healing, amazing, awful, ordinary life. and it’s breathtakingly beautiful. – LR Knost

untuk hidup yang cuma sekali, semoga Tuhan membantu saya untuk membuatnya berarti.
untuk hidup yang penuh rahasia, semoga Tuhan memampukan untuk terus menyalakan harapan, memudahkan untuk menjadi jalan menuju kebaikan. menjadi sumber kebahagiaan untuk mereka yang selalu saya sebut dalam doa.

terima kasih untuk selalu ada, menjadi warna di 37 tahun yang berharga.

Reuni:ON

Beberapa saat lalu, saya masih memicingkan mata kakak sulung saya yang – demen banget reuni sd-smp-sma. bentar-bentar ngumpul sama anak smp, lalu minggu depan ngariung sama anak-anak sma. Begitu terus. Sering banget.

Saya cukup sinis dengan berkomentar, ‘yaelah, tua amat broh!‘ ;p

Tak lama berselang dari komen saya yang jahap, keadaan berbalik 360 derajat. Memang, kata-kata adalah musuh manusia. Bahkan tajamnya kata-kata bs membuat luka yang susah sembuh. Ah, syurem betul!

Iyak!

Tak lama setelah saya berkomentar, muncul invitation di layar hp. Ajakan untuk masuk di group SMA. Wuidih…SMA lho…jaman putih abu-abu! Jaman keemasan umat manusia. Saat manusia sedang bertumbuh, masa transisi dari remaja yang -entah apa maunya apa aja pokoknya salah – , menjadi manusia dewasa yang -setelah dewasa beneran, beneran saya pengen balik ke masa remaja – masa yang paling indah!

Setelah  masuk group SMA, lalu ada ide untuk …jeng jeng.…yak REUNI, event yang menurut saya TUAK BANGGET! *ngakak sampe gurun sahara

Tapi ya gitu. Namanya juga manusia yang banyak lupanya. Ketika diajak reuni, mendadak saya amnesia bahwa reuni adalah milik mereka yang tak lagi muda. Reuni adalah ajak om dan tante yang udah PULUHAN TAHUN GA KETEMU. Rrrrrr…tapi emang sih. Saya dan teman-teman saja udah masuk fase ini. Fase puluhan tamu ga ketemu. Dan hebatnya, ga cuma diundang reuni, kok ya berani2nya saya jadi panitia! *salto ke Timbuktu

Lalu hari-hari saya menjelang reuni menjadi sangat riuh.

Bayangkan saja, panitia Reuni Kepriwe Kabare 98 (ternyata) begitu militan. Panitia meeting online 24/7 non stop. Hmm…kecuali saat tidur sih. Pagi saya berubah jadi pagi yang hangat oleh sapaan assalamualaikum dari ketua panitia yang luar biasa rajinnya. Sekarang saya tahu kenapa Okki selalu dipilih jadi ketua ini dan itu. Panitia lainnya pun tak kalah hebat. Rina, sahabat saya yang didapuk jadi bendahara, begitu rajin memberi laporan siapa yang sdh transfer, menghitung anggaran yang saya yakin..jika posisi saya jadi bendahara…hasilnya akan kusut!

Begitulah. Reuni Priwe Kabare 98? Reuninya SMA 1 Cilacap angkatan 98 akhirnya berlangsung heboh, gegap gempita…warbyasakkkkkk

Siapa sih yang ga kangen sama pangsit PDS? selain rasanya yang aduhai…pasti banyak yang punya memori daun pisang di kedai pangsit yang mangkal di depan sekolah.

Atau, siapa sih yang ga deg-deg-an ketemu mantan? Biarpun kisah kasih tak berujung di depan penghulu, tapi tetep aja rasanya nano-nano kan…hmm..ada semriwing gimana gitu kan yaaaa…

Lalu, siapa yang ga kangen sama mantan teman duduk, teman bolos, temen beli jajan, teman curhat…saya bahkan kangen bgt sama guru-guru yang dulu bikin keder. Ga usahlah sebut guru matematika, salah satu yang jadi voldemort- mata pelajaran yang tak perlu disebut namanya – pada jamannya.

Saya bahkan pengen ketemu bgt sama guru biologi. Namanya pak Bangun. Kenapa? Karena beliaulah satu-satunya guru yang memberi angka merah di rapor saya. Seumur hidup, hanya beliau yang berani melakukannya. Kenapa? Apa karena saya bego? Owh, tentu saja tidak, kisanak! Rahasianya adalah…karena saya ketauan nyontek di salah satu ulangan harian. Semester berikutnya…saya kembali mencetak angka 8 di rapor. Pelajaran penting: ati2 kalo nyontek! eh nggak ding…pelajarannya, jadi anak sekolah ya musti siap ulangan kapan aja. siap setiap saat jadi resep jitu menjalani hidup hari ini!

Senyum dan tawa tak pernah lepas di tgl 26 Des kemarin. Bahagia melihat sahabat-sahabat saya jadi mama papa yang bertanggung jawab. Bangga melihat sahabat-sahabat saya sukses di bidangnya masing-masing dan (semoga) bahagia menjalani hidupnya. Haru melihat para guru yang lelah letihnya sudah mengantar kami menjadi seperti sekarang. Surga untukmu, wahai ibu dan bapak guru!

Akhirnya saya tahu rasanya reuni.

1% senengnya….sisanya SWENENG BWANGETTTTTT *goyangdombret

terima kasih sudah mau berteman sama saya. terima kasih sudah memberi warna cerah di masa yang paling genting dalam fase kehidupan manusia. terima kasih untuk cerita yang mengalir tanpa henti dan tawa yang membahana.

Ingat…2 th lagi kita ketemu di reuni 98 berikutnya. AJA KELALEN!

15726987_10208704407472636_1869695279101196912_n
sebagian panitia. kami berasal dari SMP yang sama…SMP 1 CLP :*
15940806_10154535281924191_2783072311121236530_n
Panitia ber pose sebelum basah kuyup mandi keringat
15740856_10207863232690991_8640261576947912234_n
cewe-cewe macyannnnn. saya paling pendiam di antara lainnya
15698169_10154496070834191_2521079806106434820_n
this is US…

*tulisan pertama di 2017. ayo, jangan males nulis!

 

 

cerita tukang kayu

16 Oktober kemarin, isirumahku berusia 3 bulan. kalo berwujud anak, isirumahku adalah bayi yang belum bisa apa-apa selain nangis, nenen dan tidur. paling banter belajar tengkurep atau mesem dikit saat mimpi ketemu bidadari.

isirumahku, anak kandung saya dan agan, yang kami lahirkan dengan kesadaran penuh. walau terkesan begitu tergesa, tapi kami, saya dan agan sudah kadung cinta. mau bilang apa.

seperti bayi 3bulan lainnya, isirumahku sukses bikin kami, orang tuanya, sibuk luar biasa. yang biasanya tidur on time, bisa nulis blog, sedikit nongkrong atau nonton…setelah punya anak isirumahku..waktu 24 jam terasa kurang. tidur pun kadang sambil mikir. saya tak sempat lagi ngariung breakfast club bareng remaja putri #bpm. agan pun tak sempat lagi olah raga (katanya). pendeknya hidup kami berubah.

saya ingat saat agan bertanya serius…‘ semalem tidur jam berapa kamu?’…pertanyaan yang rada mustahil dilayangkan pada saya yang sering bilang ‘aku molor duluan ya’ atau ‘aku udah bangun tp masih punya waktu sejam buat tidur lagi’ saat jam sudah di angka 8 pagi.

saat itu saya tidur jam 2 pagi dan di jam 4.30 sudah terbangun oleh tang ting tung di wa. oh well…urusan isirumahku bisa seserius ini. :p

saya dan agan tidak membayangkan isirumahku akan jadi hal yang bikin hidup kami makin sibuk. awalnya kami hanya ingin coba-coba aja. dapet pesanan syukur…nggak juga tak apa. santai saja.

tapi, siapa sangka jika tiba-tiba ada apartemen yang harus diisi ini itu…lalu ada rumah yang baru dibeli juga butuh diisi dengan perabot kayu. siapa sangka saya harus mringis kesel saat itung-itungan cash flow meleset angkanya..dan bikin agan misuh? lalu, siapa kira saya harus belajar kayu dengan sistem kebut semalam. dan bahkan tak hanya kayu…tapi juga cor-cor-an dapur, marmer, granite, lalu urusan harga kenop yang kecil tapi mahal. siapa pula saya, yang bego bgt soal gambar dan angka-angka…lalu musti memahami gambar perspektif, pola kitchen set, roda macam apa yang kuat menahan beban sekian kilo ..YAWLAAAAAAAAAAAAAA….IT’S BEYOND MY WORD!

segitu doank riweuhnya?

cencu tidak.

ada lagi urusan yang selalu sukses bikin saya sembelit. apalagi kalo bukan urusan tukang kayu, dari mulai cerita lucu, polos, ngeselin, sampai rasanya saya mati rasa dan cuma bisa nyengir saat hidup rada tergoncang karena drama tukang kayu.

begini kira2 dramanya…

drama 1, antara agan dan tukang kayu yang siap memasang kitchen set di rumah customer
agan: heh, mau kemana?
tk kayu: lho, katanya mau masang kitchen set
agan: kok masih pake sarung
tk kayu: apa ndak bole? *cuek bebek
agan: &*_#__$)*#*#
(lalu terbit surat perintah pake baju rapi saat ke rumah customer. surat perintah yang berasa segitunya amat….tapi HARUS dibuat saat itu juga!)

drama 2, antara saya dan tukang kayu, yang baca WA tapi yagitu deh sama info didalamnya
pesan di wa tertulis ‘mas, kirim barang ga jadi sabtu ya..minggu aja’ 
dan di WA ada tanda centang 2 warna biru yang artinya pesan sudah terbaca. lalu siapa yang tak jantungan saat tukang kayu menelpon di sabtu pagi dan mengabarkan dia sudah berangkat dari bengkel di depok menuju CIKUPA…dengan bersungut-sungut saya bangun..lalu saya dan agan terlibat ‘komunikasi intens *baca: komunikasi dgn nada tinggi’ dan terjadilah sabtu yang saya gadang-gadang jadi sabtu santai jadi sabtu yang sibookkk amattttttt…*hakdezz

masih buanyakkkk banget drama-drama tukang kayu yang lain. mulai dari keliru ukur, keliru beli barang, miss comm ini dan itu. huvt!

dalam masa-masa genting trimester pertama, masalah komunikasi menjadi barang berharga. betapa saya yang hidup di industri komunikasi, sering merasa gagal jadi komunikator yang baik.

ya begitulah. 3 bulan punya bayi isirumahku mengajarkan buanyaaaaaaakkkkk sekali.

lebih dari sekedar itung-itungan bisnis, tapi juga bagaimana mengendalikan emosi, menyimpan ego di tempat yang paling tersembunyi.

sudah tak terhitung agan bertanya ‘are you okay?’…saat saya mendengus kesal, saat saya tak mampu mengendalikan air muka atau saat saya begitu dodol, gagal paham tentang suatu bahasan yang terjadi dijam yang salah. siapalah yang mampu memikirkan urusan detail kayu saat mama macan juga mengejar deadline apalah apalah.

dari berbagai drama, ada banyak pula kantung-kantung bersyukur yang tumbuh subur.

menjadi orang tua bayi isirumahku membuat saya dan agan jadi jauuuuh lebih dewasa. kami tak lagi lari jika ada hal-hal menyebalkan yang datang menghampiri. semua masalah harus dicarikan SOLUSInya. semua harus diupayakan jalan keluarnya. sekesal apapun saya pada agan (dan sebaliknya) kami tak berbalik badan dan pergi. semasam apapun muka saya (dan agan) kami tak pernah lari. biasanya, kami akan duduk dan berdiskusi. mungkin ada nada-nada tinggi, tapi kami anggap itu manusiawi.

kami bersyukur kami punya teman-teman dan keluarga baru lewat isirumahku. kami belajar banyak hal baru, kami punya kesempatan untuk menjadi murid dan guru, di saat yang sama. dan yang paling penting, kami punya kesempatan untuk berbagi ilmu….berbagi rejeki, berbagi hal-hal baik.

isirumahku adalah jalan. adalah usaha kami menjadi manusia yang lebih baik. yang lebih pandai bersyukur. semoga Tuhan memberkahi kesabaran dan kemampuan.

 

 

 

hidup yang keren

di antara percakapan kami tentang kayu, pesanan, delivery dan lain sebagainya, agan melontarkan pertanyaan yang cadas. menurut kamu, hidup yang keren itu yang bagaimana?’

saya yang sedang mengamati gambar desain kitchen set tentu saja hilang fokus.

tapi, apalah saya yang seorang copywriter cap kemang raya jika tak mampu menjawab pertanyaan ini. eh, ngga ding…saya menjawab pertanyaan agan dengan serius. dengan sungguh penuh seluruh. dari hati yang paling dalam *tsah

saya menjawab pertanyaan agan dengan jawaban hidup keren menurut versi saya. iya hidup yang ideal menurut saya. karena hidup yang saya jalani sekarang ini masih jauh dari kriteria keren tersebut. jawaban saya tentu saja semacam doa, semoga semesta tak menikungnya…

hidup keren menurut saya yang pertama adalah ketika saya sdh bisa adil memandang suatu hal, sejak dalam pikiran. susah ya? banget! apalagi hidup kita di jaman milenial, dengan arus informasi yang sedemikian deras, rasanya bersikap dan bertindak adil jadi barang yang seperti mustahil  mahal. tapi, walopun mahal, masih ada orang-orang terpilih yang mampu membelinya. kita hanya perlu menentang arus. berpikir lebih fokus. jangan terburu bertindak tanpa dasar pemikiran yang jelas. perlu berlatih dengan keras, memang.

lalu hidup keren selanjutnya (dalam versi saya) adalah ketika saya mampu menerima perbedaan dengan kelegaan hati. berbeda itu tidak apa-apa. mudah mengatakannya, tapi buat saya yang emosional dan baper-an, pada dasarnya saya tidak menyukai perbedaan. saya senang berjalan dengan kawan yang berpikiran sejalan. rasanya tak ada percikan-percikan api yang panasnya membuat tak nyaman. tapi, apalah hidup ini tanpa perbedaan. hanya sebuah hidup yang lurus dan membosankan, bukan? jadi…belajar menerima perbedaan dengan lapang dada adalah salah satu milestone kedewasaan.

dan yang terakhir, hidup keren menurut saya adalah ketika saya mampu hidup dengan sederhana, tidak berlebihan. walupun saya bukan dari kel bakrie atau anak konglomerat, kehidupan sebagai bu konjen anak kemang cenderung nyaman dan insyaAlloh gak kurang makan minum nyalon beli baju beli sepatu nonton ngupi dan ini dan itu. hmm…kadang menurut saya agak-agak lebay…kalo menurut agan, saya pasti udah masuk TARAF LEBAY ABIS! ;p;p;p compare to agan yang hidup lebih ekonomis dan semua ter-planning dengan baik…hidup saya pasti masuk dalam daftar berantakan ga ada perencanaan dan terancam masa tuanya amburadul …*amit2jabangbayik …maka, jika saya sudah bisa mengendalikan diri, katakan tidak pada sepatu baru…baju ini itu dan gatel pengen main ke sini dan ke sana…maka hidup saya akan keren.

begitu kira-kira. jadi gimana hidup keren versi kamu?

Selamat Dua Empat

 

Hai kamu…

Untuk kesekian kalinya, aku ucapkan selamat dua empat. Mungkin kamu bosan. Tapi aku tidak. Kamu harus bersabar untuk itu.

Dua empat kali ini rasanya beda. Buatku sih. Entah buatmu.

Mungkin kamu akan bilang aku berlebihan. Mungkin memang begitu. Tapi sebagai anak ikan yang hobby bikin segala sesuatu jadi special, hari lahir adalah koentji. Kamu harus tau itu. Dan (sayangnya) Kamu harus sabar (lagi) ya.

Dua empat kali ini, mungkin kamu belum sampai di ibukota. Mungkin juga sudah sih. Tapi itu tak penting. Karena yang paling penting adalah, di dua empat kali ini (aku yakin) ada banyak larik-larik doa untukmu. Dari kakak-kakakmu, keponakan-keponakanmu, dan tentu saja dari aku.

Hmm, pengen tahu apa doaku di dua empat kali ini?

Masih sama sih, seperti dua empat dua empat yang lalu-lalu. Semoga Tuhan ada di setiap langkahmu. Ini penting. Supaya kakimu selalu tertambat di bumi, walau mungkin mimpi dan maumu membumbung ke langit. Biarkan Tuhan selalu menjadi pemandumu. Walau kau tak cacat arah sepertiku, kau tetap butuh pemandu.

Aku juga ingin kau selalu sehat. Ini serius, bukan doa yang klise. Sebenernya jantungku ga cukup kuat mendengar ‘wabah malaria’, membaca area HIV, atau lihat toilet seadanya tanpa membayangkan isinya yang horror, atau mana mungkin aku lupa adegan ketemu harimau atau cerita peluru nyasar? Duh…jantung halimah lemah, bang! :p

Ada banyak semoga-semoga lainnya tentu saja. Dari yang biasa aja, sampai yang sedikit luar biasa. Yang lainnya, cukuplah aku dan yang maha mengabulkan yang tahu isinya.

Dari banyak semoga-semoga itu, ada satu hal yang mungkin berbeda. Aku ingin bilang terima kasih banyak. Untuk mau berbagi mimpi dan menapakinya satu-satu. Untuk bersabar menghadapi kelemahanku terhadap angka. Untuk energy baikmu yang menular. Untuk ketelitianmu. Untuk baksomu yang lebih enak dari bakso depan kantor Kemang (pls jangan GR), Juga untuk bercangkir-cangkir kopi buatanmu (asal bukan kopi papua beraroma kunyit).

Selamat dua empat bulan sembilan, partner.

Doaku selalu deras untukmu.

-ditulis saat sore gerimis, beberapa hari lalu-

 

cerita dari tukang kayu

tanggal 16 juli 2016 jam 1 siang.

seperti biasa, saya dan ponyak ngobrol via hp. tentu saja obrolan ga penting. tentang ponyak yang sedang blusukan di cikini, saya yang baru selesai berenang, langit jakarta yang mendung. tak ada yang penting.

lalu ponyak mengirim gambar lemari bekas yang sudah beberapa kali saya lihat. saya yang sudah bersiap tidur siang, iseng beride untuk membuka toko online yang berisi barang-barang furniture. ini bukan obrolan pertama kami. hanya, kali ini kami serius membahasnya.

ponyak yang memang punya ketertarikan pada desain interior lantas setuju. barang-barang di rumah gunung, sepenuhnya dia yang mendesain, lalu membuatnya sendiri dengan dibantu pak tukang. hasilnya lebih dari sekedar lumayan. pun meja kerja di kamar saya. itu adalah hasil ponyak nongkrong di tukang kayu.

demikianlah.

sejak tanggal 16 juli 2016, saya dan ponyak tetiba punya ‘anak’ yang kami jaga bersama. tanpa berdebat panjang, kami sepakat untuk memberi nama ISIRUMAHKU. sangat deskriptif. straight forward. memang itulah. kami menjual barang-barang isi rumah yang berbahan kayu.

sejak tanggal 16 juli 2016, kami berdua jadi jauhhhh lebih sibuk. isi percakapan kami mendadak jadi penting. kalimat kami jadi panjang, tak lagi sekedar: ok, cu, tx, owh. :p

ponyak membongkar isi hp dan cameranya demi mencari foto-foto saat ia blusukan di workshop tukang kayu. saya meminta tolong sahabat saya untuk membuatkan logo sederhana. saya membuat sistem pemesanan, pengiriman, rekap data, membuat toko di IG. oh sibuknyaaa…

sejak tanggal 16 juli 2016, saya dan ponyak sibuk mengasuh ISIRUMAHKU.

ada teman bertanya soal ranjang, lemari 3 pintu, lemari 2 pintu, juga meja belajar. lalu kami sibuk membedakan antara kayu jati belanda, finishing, cat duko, dibakar dll…well, semua terasa asing di telinga saya. tapi, apa boleh buat. kami berdua sudah terlanjur basah.

hari ini tanggal 22 juli 2016.

ISIRUMAHKU menerima pembayaran pertama dari sebuah lemari dengan pintu sliding. lemarinya belum selesai dikerjakan. baru minggu depan akan kami kirim. itu membuat saya nyengir seharian.

hari ini, saya di jakarta dan ponyak di lombok. kami masih saja berkutat dengan anak baru kami. disela-sela saya memasak menu makan siang. di antara ponyak yang saya suruh ngejar sunset. ah!

saya sadar punya anak memang banyak challengenya. tapi saya yakin, tak ada yang ga mungkin. mungkin akan jadi besar, mungkin juga akan pudar.

untuk apa-apa yang masih abu-abu, saya memilih untuk ya pikirin aja ntar. hari ini cukuplah saya dan ponyak tetap memelihara semangat untuk bersabar membesarkan ISIRUMAHKU. membuatnya jadi tempat yang nyaman, tempat kami melempar ide, menulis mimpi lalu membayarnya dengan kerja keras. semoga semesta merestui.

pengen tau tentang ISIRUMAHKU, pls visit akun IG @isirumahku_id, silakan juga mengirim email ke pesanisirumah@gmail.com atau kirimkan WA ke 0815 1433 4835 atau 0813 1637 3878.

cek ig kami, sist1
cek ig kami, sist
duo isirumahku
duo isirumahku