Uncategorized

sakit

sabtu minggu lalu saya sakit. entah dari mana datangnya rasa mual itu, hingga sarapan melon pun terbuang percuma.

setelah mual mereda, badan terasa lemas. mulut pahit, kepala berat.

saya pun merelakan sederet rencana di hari sabtu. dari mulai nengokin bengkel sampai makan sushi di malam minggu. sabtu habis meringkuk di kasur.

lemas tak kunjung reda hingga minggu tiba. mual sudah tak ada, tapi ia berganti diare. ah. rasanya kesal sekali. minggu pun saya gadai di kasur. 2 hari tak keluar gerbang. susah makan, badan gerah tapi dingin. dingin tapi keringetan. aneh.

saat sakit begini saya selalu teringat bapak. bapak selalu sukses membuat saya merasa nyaman saat saya sakit.

saya ingat. asma saya kumat saat saya masih tinggal di jogja. ibu panik menyuruh saya pulang ke cilacap. tak saya dengar suara bapak di telpon. tapi saya tahu bapak ada di belakang ibu. saya tahu, bapak tak kalah cemas.

hal ini terbukti saat kereta saya sampai, saya sudah melihat bapak duduk di sana, memastikan saya baik-baik saja.

dari stasiun kami langsung menuju dokter langganan. selama saya diperiksa, bapak berdiri di sisi kepala. tangannya mengusap rambut, mulutnya komat-kamit tanpa suara. saat saya sakit, bapak lebih sering meniup kepala saya. mungkin ia ingin menghanyutkan doa-doa lewat syaraf-syaraf di kepala. berharap doa-doanya akan mengalir di pembuluh darah, menakut-nakuti virus atau apapun yang bikin anaknya sakit. syukurnya…doa bapak cukup sakti. jika sudah ‘ditiup bapak’ saya merasa sembuh.

setelah bapak pergi (dan lalu ibuk pergi), saat sakit nasib saya seperti remahan krupuk yang tak lagi renyah. duh. sedih.

ini udah hari senin. badan saya masih awang-awangen kalo orang jawa bilang. tapi saya tetep ngantor si, soalnya kans buat dapet makanan bergizi lebih tinggi di kantor daripada saya tetep di kasur.

tapi, sayangnya…saat saya masih awang-awangen gini..saya dapat kabar kalok si agan, partner berantem saya sakit. duh. agan gitu lho. sampai sakit pasang oksigen segala.

saya? lebih merasa bingung ketimbang sedih. karena saya tahu agan itu lebih sehat dan kuat dibanding saya. jadi kalopun sekarang dia sakit, saya duga itu hanya karena capek.

saya tak bisa meniup ubun-ubun seperti yang biasa bapak lakukan ketika sakit. tapi saya bisa berkirim doa. Tuhan Maha Mendengar kan ya…termasuk doa saya yang biasa banget ini…‘semoga kamu lekas pulih..makan yang banyak (dan sehat), back to normal..biar kita bisa berantem lagi…buruan sembuhhhh kamuuuuu :* ‘…

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s