my thought · personal

jangan (cepat) menyerah

malam ini saya menghabiskan 2 cangkir kopi pahit demi membahas hal-hal yang pahit dalam hidup. *duh

baiklah.

diumur yang menjelang 40 *bookkk…, kisah hidup terasa semakin lucu.

tetangga kanan kiri sudah bersarang dan membangun hidup baru. banyak cerita bahagia menguar. tak sedikit juga cerita sedih terdengar.

si A baru saja memutuskan mengadopsi anak setelah gagal program bayi tabung. si B memutuskan pisah rumah karena jika bersama, hidup dua hati akan makin susah. si C sedang iri melihat teman-temannya yang tampak bahagia dan dia tidak. si D sedang berkeras hati untuk berpisah.

ah, hidup.

dalam sepenggal waktu minum kopi malam ini, saya sempat menggumam, ‘mengapa orang terlalu cepat menyerah, padahal untuk bersama butuh usaha, untuk bersatu rasanya harus menaklukkan jalan berliku’.

duh, saya terjebak jadi tukang tuduh! 😦

siapa tahu mereka yang kini sedang ingin berpisah sudah melalui keluh resah gundah yang tak sudah-sudah. siapa tahu mereka yang kini sedang ingin sendiri sudah melewati hari hiruk pikuk yang melelahkan, hingga mereka begitu rindu pada sunyi sepi. mereka rindu (untuk) sendiri.

*********

paham bahwa hidup bisa demikian rapuh, saya ingin mengingatkan diri sendiri, untuk tidak (mudah) menyerah dengan apapun yang membuat hati (saya) gundah. untuk tidak mudah menyerah walau rasanya ingin. walau suara-suara ajaib seringkali berkata ‘sudah!’

 

jika rasanya duniamu akan runtuh, semoga Tuhan hadir dalam ingatan-ingatan saat duniamu terasa biru. semoga Tuhan hadir dalam tarikan nafas yang membawa harapan.

jika rasanya kau tersudut di jalan yang buntu, jangan ragu untuk berbalik arah. saya yakin saat kau berjalan, ada Tuhan di sana. ada Semesta yang mendukung. ya, Semesta selalu mendukung…kalau Ia (kadang) terasa menikung…Ia hanya ingin menguji sebentar. selalu ingat, susahmu datang diapit dua kemudahan. jadi, jangan terlalu kalut dan larut.

saya tahu dan paham benar, ada kala hati terasa berat. rasanya, bernapaspun satu-satu. jika kau sedang merasa begitu, pejamkan matamu dan berusahalah untuk tenang. aturlah napas, karena ada Tuhanmu di situ. di udara yang kau hirup dan memenuhi rongga dadamu.

***************

ingat, jangan (mudah) menyerah. karana kita (aku dan kamu) ditakdirkan untuk berjuang. berusaha sebaik kita bisa. dan yakinlah kita (memang) bisa (pada akhirnya).

***************

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s