learn from other · my thought · personal · Uncategorized

reviewing my life

kemarin saya dihadapkan oleh kejadian yang membuat saya merasa insecure. saya mengingat banyak hal; tentang karir, keluarga, hubungan yang ga pernah jelas arah mata anginnya, pertemanan. semua.

setelah me-review 10 tahun perjalanan terakhir, berujung pada banyak sekali ketidakpuasan dan pertanyaan yang tak bisa saya jawab. bukan karena tidak tahu jawabnya, tapi saya benar-benar takut pada kenyataan hidup bahwa selama ini saya memang agak salah jalan. saya tahu saya salah jalan, tapi saya diam dan hanyut makin dalam. i hate myself for being so damn stupid, stubborn and atulah…ngepet!

hari ini saya ada di titik di mana saya harus mengambil sebuah keputusan besar. dimana keputusan yang saya ambil memberi dampak pada kehidupan saya seluruhnya. saya merasa lemah, lalu merasa butuh pertolongan. ketika orang-orang yang anggap bisa menolong ternyata tidak sesuai harapan, saya jadi gemas-gemas beringas. itu baru satu hal.

di saat genting seperti ini, saya ingin sekali fokus bekerja, tidak mendengar kabar sumir, tidak melihat hal-hal yang tidak ingin saya lihat. ketika inipun gagal…saya bertambah emosi. yawlaaaa…saya beneran kesel sampai ke ubun-ubun.

lalu hari ini saya ngobrol banyak dengan sahabat saya. dimana kami saling nyampah, bercerita apa saja.

saya bercerita tentang kegamangan yang sedang saya alami. diapun mengeluarkan semua keruwetan hidup yang sedang dijalani. mendengar dia bercerita, saya nangis. saya merasa Tuhan menjawab semua pertanyaan yang tak bisa dan tak berani saya jawab sendiri. sekali lagi, God is always Great! Tuhan menjawab semua kegamangan  lewat sahabat saya.

sepanjang kami ngobrol, sahabat saya terus-terusan ngingetin bahwa kami memang terlahir sebagai pejuang yang teruji di medan laga. sahabat saya ‘membesarkan hati’ bahwa saya pasti bisa melewati ini semua. pasti bisa karena saya sudah teruji di medan-medan pelik di hari-hari kemarin. tak perlu memikirkan yang tak penting. prioritaskan apa dan siapa saja yang memrioritaskan kita. bahwa berbuat bodoh adalah manusiawi…terima saja and take a good learnt from our lesson.

betapa Tuhan memang maha pembuat skenario. jika kemarin Ia membuat saya bertanya dan mempertanyakan banyak hal, hari ini Ia memberi saya jawaban. Clear and bold!

so, keep on fighting..dear me!

 

Advertisements
Uncategorized

Rumah

Screenshot_2017-08-22-01-27-54-1

2 tahun lalu, Agan menggambar rumah bu konjen. Rumah yang saya banget. Ada pohon dan ada ayunan di sana. He knows me so well.

Selama 2 tahun ini pula, Agan yang selalu cerewet mengingatkan agar saya punya sarang sendiri. Saya sih butuh gak butuh. Lebih ke malas kali pindahan…dan malas kali bayarnya! ;p

Tapi bukan Agan kalo cepat menyerah. Dia selalu dan selalu cerewet. Mengirimkan brosur rumah di sini dan di sana. Ga cukup di Jakarta, property-property di Mataram pun ia sambangi demi membuka mata saya yang susah melek. doh, dia pasti suka gemes sendiri.

Butuh 2 tahun untuk membuat saya tergerak dan memulai mimpi baru. Lalu mau bersusah-susah mencari di sini dan di sana. Agan tetap memantau…dari WA..haha…kalau face to face disinyalir dia akan emosi lalu menceramahi saya macam-macam. oh nooooo….

Ok. Ayo bertarung kali ini. Iam a good fighter.

Kali ini, Semesta…saya butuh asupan doa dari semua.

 

Uncategorized

sakit

sabtu minggu lalu saya sakit. entah dari mana datangnya rasa mual itu, hingga sarapan melon pun terbuang percuma.

setelah mual mereda, badan terasa lemas. mulut pahit, kepala berat.

saya pun merelakan sederet rencana di hari sabtu. dari mulai nengokin bengkel sampai makan sushi di malam minggu. sabtu habis meringkuk di kasur.

lemas tak kunjung reda hingga minggu tiba. mual sudah tak ada, tapi ia berganti diare. ah. rasanya kesal sekali. minggu pun saya gadai di kasur. 2 hari tak keluar gerbang. susah makan, badan gerah tapi dingin. dingin tapi keringetan. aneh.

saat sakit begini saya selalu teringat bapak. bapak selalu sukses membuat saya merasa nyaman saat saya sakit.

saya ingat. asma saya kumat saat saya masih tinggal di jogja. ibu panik menyuruh saya pulang ke cilacap. tak saya dengar suara bapak di telpon. tapi saya tahu bapak ada di belakang ibu. saya tahu, bapak tak kalah cemas.

hal ini terbukti saat kereta saya sampai, saya sudah melihat bapak duduk di sana, memastikan saya baik-baik saja.

dari stasiun kami langsung menuju dokter langganan. selama saya diperiksa, bapak berdiri di sisi kepala. tangannya mengusap rambut, mulutnya komat-kamit tanpa suara. saat saya sakit, bapak lebih sering meniup kepala saya. mungkin ia ingin menghanyutkan doa-doa lewat syaraf-syaraf di kepala. berharap doa-doanya akan mengalir di pembuluh darah, menakut-nakuti virus atau apapun yang bikin anaknya sakit. syukurnya…doa bapak cukup sakti. jika sudah ‘ditiup bapak’ saya merasa sembuh.

setelah bapak pergi (dan lalu ibuk pergi), saat sakit nasib saya seperti remahan krupuk yang tak lagi renyah. duh. sedih.

ini udah hari senin. badan saya masih awang-awangen kalo orang jawa bilang. tapi saya tetep ngantor si, soalnya kans buat dapet makanan bergizi lebih tinggi di kantor daripada saya tetep di kasur.

tapi, sayangnya…saat saya masih awang-awangen gini..saya dapat kabar kalok si agan, partner berantem saya sakit. duh. agan gitu lho. sampai sakit pasang oksigen segala.

saya? lebih merasa bingung ketimbang sedih. karena saya tahu agan itu lebih sehat dan kuat dibanding saya. jadi kalopun sekarang dia sakit, saya duga itu hanya karena capek.

saya tak bisa meniup ubun-ubun seperti yang biasa bapak lakukan ketika sakit. tapi saya bisa berkirim doa. Tuhan Maha Mendengar kan ya…termasuk doa saya yang biasa banget ini…‘semoga kamu lekas pulih..makan yang banyak (dan sehat), back to normal..biar kita bisa berantem lagi…buruan sembuhhhh kamuuuuu :* ‘…

 

 

Uncategorized

hari ini patah hati

saya patah hati karena (akhirnya) koh ahok dibui.

koh ahok yang bekerja dengan sangat keras untuk kami rakyat jakarta. dia yang dengan lantang ngomong ‘tai kucing’ pada sejawatnya yang makan uang rakyat. yang menggusur rumah di bantaran, yang menutup diskotik legendaris tempat yang tak ber-Tuhan untuk sebagian orang. dia, china yang nasrani tapi berhasil membangun masjid dan memberangkatkan marbot. saya patah hati.

saya baper. maksimal.

saya tahu tidak mudah menjadi minoritas di negeri ini. yang katanya semua warga, tak terkecuali sama kedudukannya di hadapan hukum. yang setiap warganya punya hak yang sama untuk berTuhan, menjalankan apa yang ia percaya tanpa rasa takut. tapi nyatanya? negara membiarkan ketakutan ditebar, negara membiarkan ‘polisi’ abal-abal menjadi brutal, menjadi hukum tak terbantahkan karena berlindung di balik nama Tuhan. saya patah hati.

saya patah hati. ketika banyak yang acuh dan merasa ini bukan problemnya. lalu, jika negara makin carut marut, lalu hukum semakin amburadul, masih bisakah kita bilang ‘ini bukan masalah saya?!’ jika ngurus ktp dipersulit seperti 5 tahun lalu…sekolah jadi barang tak terbeli…lalu santer kalimat ‘orang miskin dilarang sakit’…masih bisakah kita bilang ‘ini bukan masalah saya?!’

saya patah hati. karena ia yang berani menangkap maling, yang berani pasang badan untuk rakyat…akhirnya dibui. saya patah hati karena banyak orang hilang akal dengan alasan ‘membela Tuhan’. ah!

hari ini saya patah hati.

 

Uncategorized

tiga tujuh!

life is amazing. and then it’s awful . and then it’s amazing again. and in between the amazing and the awful, its ordinary and mundane and routine. breathe in the amazing, hold on through the awful, and relax and exhale during the ordinary. that’s just living heartbreaking, soul-healing, amazing, awful, ordinary life. and it’s breathtakingly beautiful. – LR Knost

untuk hidup yang cuma sekali, semoga Tuhan membantu saya untuk membuatnya berarti.
untuk hidup yang penuh rahasia, semoga Tuhan memampukan untuk terus menyalakan harapan, memudahkan untuk menjadi jalan menuju kebaikan. menjadi sumber kebahagiaan untuk mereka yang selalu saya sebut dalam doa.

terima kasih untuk selalu ada, menjadi warna di 37 tahun yang berharga.

Uncategorized

hidup yang keren

di antara percakapan kami tentang kayu, pesanan, delivery dan lain sebagainya, agan melontarkan pertanyaan yang cadas. menurut kamu, hidup yang keren itu yang bagaimana?’

saya yang sedang mengamati gambar desain kitchen set tentu saja hilang fokus.

tapi, apalah saya yang seorang copywriter cap kemang raya jika tak mampu menjawab pertanyaan ini. eh, ngga ding…saya menjawab pertanyaan agan dengan serius. dengan sungguh penuh seluruh. dari hati yang paling dalam *tsah

saya menjawab pertanyaan agan dengan jawaban hidup keren menurut versi saya. iya hidup yang ideal menurut saya. karena hidup yang saya jalani sekarang ini masih jauh dari kriteria keren tersebut. jawaban saya tentu saja semacam doa, semoga semesta tak menikungnya…

hidup keren menurut saya yang pertama adalah ketika saya sdh bisa adil memandang suatu hal, sejak dalam pikiran. susah ya? banget! apalagi hidup kita di jaman milenial, dengan arus informasi yang sedemikian deras, rasanya bersikap dan bertindak adil jadi barang yang seperti mustahil  mahal. tapi, walopun mahal, masih ada orang-orang terpilih yang mampu membelinya. kita hanya perlu menentang arus. berpikir lebih fokus. jangan terburu bertindak tanpa dasar pemikiran yang jelas. perlu berlatih dengan keras, memang.

lalu hidup keren selanjutnya (dalam versi saya) adalah ketika saya mampu menerima perbedaan dengan kelegaan hati. berbeda itu tidak apa-apa. mudah mengatakannya, tapi buat saya yang emosional dan baper-an, pada dasarnya saya tidak menyukai perbedaan. saya senang berjalan dengan kawan yang berpikiran sejalan. rasanya tak ada percikan-percikan api yang panasnya membuat tak nyaman. tapi, apalah hidup ini tanpa perbedaan. hanya sebuah hidup yang lurus dan membosankan, bukan? jadi…belajar menerima perbedaan dengan lapang dada adalah salah satu milestone kedewasaan.

dan yang terakhir, hidup keren menurut saya adalah ketika saya mampu hidup dengan sederhana, tidak berlebihan. walupun saya bukan dari kel bakrie atau anak konglomerat, kehidupan sebagai bu konjen anak kemang cenderung nyaman dan insyaAlloh gak kurang makan minum nyalon beli baju beli sepatu nonton ngupi dan ini dan itu. hmm…kadang menurut saya agak-agak lebay…kalo menurut agan, saya pasti udah masuk TARAF LEBAY ABIS! ;p;p;p compare to agan yang hidup lebih ekonomis dan semua ter-planning dengan baik…hidup saya pasti masuk dalam daftar berantakan ga ada perencanaan dan terancam masa tuanya amburadul …*amit2jabangbayik …maka, jika saya sudah bisa mengendalikan diri, katakan tidak pada sepatu baru…baju ini itu dan gatel pengen main ke sini dan ke sana…maka hidup saya akan keren.

begitu kira-kira. jadi gimana hidup keren versi kamu?

Uncategorized

cerita dari tukang kayu

tanggal 16 juli 2016 jam 1 siang.

seperti biasa, saya dan ponyak ngobrol via hp. tentu saja obrolan ga penting. tentang ponyak yang sedang blusukan di cikini, saya yang baru selesai berenang, langit jakarta yang mendung. tak ada yang penting.

lalu ponyak mengirim gambar lemari bekas yang sudah beberapa kali saya lihat. saya yang sudah bersiap tidur siang, iseng beride untuk membuka toko online yang berisi barang-barang furniture. ini bukan obrolan pertama kami. hanya, kali ini kami serius membahasnya.

ponyak yang memang punya ketertarikan pada desain interior lantas setuju. barang-barang di rumah gunung, sepenuhnya dia yang mendesain, lalu membuatnya sendiri dengan dibantu pak tukang. hasilnya lebih dari sekedar lumayan. pun meja kerja di kamar saya. itu adalah hasil ponyak nongkrong di tukang kayu.

demikianlah.

sejak tanggal 16 juli 2016, saya dan ponyak tetiba punya ‘anak’ yang kami jaga bersama. tanpa berdebat panjang, kami sepakat untuk memberi nama ISIRUMAHKU. sangat deskriptif. straight forward. memang itulah. kami menjual barang-barang isi rumah yang berbahan kayu.

sejak tanggal 16 juli 2016, kami berdua jadi jauhhhh lebih sibuk. isi percakapan kami mendadak jadi penting. kalimat kami jadi panjang, tak lagi sekedar: ok, cu, tx, owh. :p

ponyak membongkar isi hp dan cameranya demi mencari foto-foto saat ia blusukan di workshop tukang kayu. saya meminta tolong sahabat saya untuk membuatkan logo sederhana. saya membuat sistem pemesanan, pengiriman, rekap data, membuat toko di IG. oh sibuknyaaa…

sejak tanggal 16 juli 2016, saya dan ponyak sibuk mengasuh ISIRUMAHKU.

ada teman bertanya soal ranjang, lemari 3 pintu, lemari 2 pintu, juga meja belajar. lalu kami sibuk membedakan antara kayu jati belanda, finishing, cat duko, dibakar dll…well, semua terasa asing di telinga saya. tapi, apa boleh buat. kami berdua sudah terlanjur basah.

hari ini tanggal 22 juli 2016.

ISIRUMAHKU menerima pembayaran pertama dari sebuah lemari dengan pintu sliding. lemarinya belum selesai dikerjakan. baru minggu depan akan kami kirim. itu membuat saya nyengir seharian.

hari ini, saya di jakarta dan ponyak di lombok. kami masih saja berkutat dengan anak baru kami. disela-sela saya memasak menu makan siang. di antara ponyak yang saya suruh ngejar sunset. ah!

saya sadar punya anak memang banyak challengenya. tapi saya yakin, tak ada yang ga mungkin. mungkin akan jadi besar, mungkin juga akan pudar.

untuk apa-apa yang masih abu-abu, saya memilih untuk ya pikirin aja ntar. hari ini cukuplah saya dan ponyak tetap memelihara semangat untuk bersabar membesarkan ISIRUMAHKU. membuatnya jadi tempat yang nyaman, tempat kami melempar ide, menulis mimpi lalu membayarnya dengan kerja keras. semoga semesta merestui.

pengen tau tentang ISIRUMAHKU, pls visit akun IG @isirumahku_id, silakan juga mengirim email ke pesanisirumah@gmail.com atau kirimkan WA ke 0815 1433 4835 atau 0813 1637 3878.

cek ig kami, sist1
cek ig kami, sist
duo isirumahku
duo isirumahku

 

personal · Uncategorized

Catatan 36

Kemarin, seorang kawan bertanya ‘kamu apa wish-nya untuk tahun ini?’

Spontan saya menjawab, ‘semoga Tuhan memberi kecerdasan lahir batin untuk adil dalam berpikir dan bertindak’.

Iya, di usia yang kemarin masuk di angka 36, saya perlu meminta lebih untuk kecerdasan lahir batin itu. Mengingat, banyak kejadian yang berasa ‘menampar luar dalam’ yang membuat saya diam, merenung dan bertanya-tanya (pada diri) sendiri. Dan saya merasa, saya butuh menjadi lebih cerdas untuk mencerna beragam peristiwa yang munculnya seringkali mengagetkan.

Saya butuh kecerdasan lebih ketika harus memilih jalan ‘let it go and move on’. Keputusan yang tidak mudah. Ketika hati harus dikalahkan oleh logika. Tapi, tetap bertahan juga rasanya mustahil. Jadi, ketika saya harus meng-iya-kan kata-kata Tulus untuk ‘jangan paksakan genggamanmu’, itu adalah saat saya berjanji untuk tidak menyakiti diri sendiri. Bahwa SAYA adalah yang UTAMA. Egois? EMBER!

Memulai sesuatu yang baru tidak pernah mudah. Mengendalikan diri untuk mengubah kebiasaan-kebiasaan yang sudah berlangsung sekian lama tentunya terasa berat. Tapi, seorang jagoan terlahir dari tempaan hidup yang berliku. Saya hanya harus lebih percaya…selalu ada cahaya di ujung sana.

Angka 36 saya ingin diberi kecerdasan lebih agar bisa adil dalam berpikir dan bertindak, karena hidup semakin menantang. Lingkungan membuat kita harus cerdas melangkah jika tak mau tergelincir. Bahkan ketika kita berhati-hati pun, langkah kita bisa saja tersandung lubang yang tak nampak. Kecerdasan itu pun berguna agar saya tak salah bersikap dalam menyikapi apapun yang tak sejalan dengan prinsip hidup atau nilai-nilai yang saya anut. Ihhh…berat amat yakkk…

Well, hidup memang misterius. Saya tak akan mampu menebak apa yang akan terjadi di depan sana, bahkan yang ada di depan hidung-pun tidak. Tapi saya selalu bisa belajar mempertajam intuisi dan menjernihkan nurani agar apapun yang saya lakukan tidak membawa keburukan untuk diri sendiri dan (apalagi) orang lain. aamiinnnn…

Selamat mengarungi 36. Dengan cerdas!

Uncategorized

Kemeriahan (menuju) akhir tahun

Hola..!

2015 tinggal hitungan jari. Seperti biasa, di akhir tahun, hidup nyaris selalu didera deadline. Seru? Sudah pasti!

Akhir 2015 ini terasa lebih heboh dibanding tahun lalu. Libur yang bertumpuk-tumpuk; 24-25 dan menyisakan 3 hari kerja sebelum tutup tahun jadi penyebab semua deadline terasa maju berminggu-minggu. Hih!

Saking banyaknya cerita seru yang pengen dibagi, saya jadi pusing sendiri memilih mana duluan yang akan diposting. Hmm…rencananya sih, saya akan cerita tentang konser 90’an, konser bimbo dan…cerita jalan-jalan blusukan Borobudur yang baru saja kelar.

Okeyyy…tungguin aja yaaaa…moga-moga ga jadi males!

Uncategorized

pulang

ada satu kalimat dari tulisan zen rs yang saya hafal dan amini;

bahwa untuk sebuah cinta yang dalam, rasa kehilangan akan selalu terasa aktual. untuk kerinduan yang menahun, kehilangan tak pernah basi. 

eka, copywriter di tbk mengirim pesan whatsapp ‘mbak, kamu cuti lebaran gak? aku pengen cuti tgl 22-24’.

saya membalas pesan itu dengan icon menangis.

mudik lebaran. pulang kampung. bertahun-tahun jadi warga perantauan, inilah saat yang paling ditunggu. dimana libur panjang terjadi secara massal. mudik jadi kesempatan mahal untuk sekedar say hello bersama sahabat lama. merasakan kasur rumah lebih lama. tidur lebih lama. (dulu jadi waktunya) bertemu ibu lebih lama.

mudik kali ini (mungkin) akan jadi anti klimaks dari bertahun-tahun mudik yang sudah saya jalani. total ada 12 kali mudik, sejak tahun pertama saya jadi warga ibu kota.

saat ditanya eka tentang cuti lebaran, saya bingung. entah mengapa hati saya kosong. tak ada euphoria seperti tahun-tahun lalu.

sampai hari ini, hari ke 5 puasa ramadhan, tiket pulang belum ada di tangan. tiket kereta api entah kapan hari sudah habis diserbu pembeli. biasanya saya ikut rusuh dalam rebutan tiket kereta api, tahun ini saya jadi penonton dan membiarkan mba windy, sahabat saya, mencari dan akhirnya gagal. pun dengan tiket pesawat. pendeknya, saya belum punya tiket mudik. saya belum tahu kapan akan pulang.

semangat mudik hancur ketika saya mengingat kejadian mudik tahun lalu.

saat itu, lebaran pertama setelah ibu berpulang. seingat saya, tiket mudik sudah di tangan sejak lama. saya pulang mendapati rumah yang kosong melompong. sayapun mendadak galau. ngelangut maksimal. sedihnya susah diceritakan. malam hari saya dan partner in crime berkirim pesan. mengabarkan kesunyian. itulah lebaran paling menusuk yang pernah saya jalani.

saya masih ingat adegan paling dramatis di lebaran tahun lalu.

saya berteman sepi sepulang dari mushola sesaat setelah sholat ied. tidak ada seorangpun di rumah. tak ada ibu yang menyambut, tak ada suara rusuh keponakan-keponakan saya. untuk pertama kali dalam hidup, saya merasa sendiri dan saya benci sekali. duh, saking sedihnya, saya nggak kepingin berlama-lama di rumah. dengan hati hancur lebur, saya bergegas pergi ke rumah mamak. saya drama? mungkin. tapi itulah yang saya rasakan di lebaran tahun lalu.

biasanya ibu akan menyambut saya sepulang dari mushola. ibu sudah mandi dan wangi dengan baju barunya. ibu sudah cantik dengan bedak dan lipstik merah, duduk di depan tivi sambil melihat liputan sholat ied di masjid istiqlal.

biasanya, kami akan sungkeman. saya menjadi orang pertama yang mengaku dosa di kakinya. saya akan mengucap ‘permohonan maaf’ dengan kalimat yang saya modifikasi. biasanya, saya akan berusaha keras untuk tidak menangis dengan bersikap santai dan woles. tapi ibu tidak. ibu akan menangis sesengukan diantara doa-doanya yang mengalir deras untuk anak bungsunya. satu hal yang selalu saya ingat; ibu selalu minta maaf pada kami anak-anaknya. ah, ibu!

lebaran masih cukup lama. masih ada sekitar 25 hari lagi dan saya masih belum memutuskan kapan saya akan pulang. jika boleh jujur, saya tak pernah membayangkan bahwa kehilangan ibu akan sedemikian dramatisnya. bahwa kehilangan ibu akan begini sakitnya.